Survey tahun ini, kasus gugatan cerai dari pihak istri kepada suami dua kali lebih banyak daripada kata talak dari suami kepada istrinya. Disebutkan bahwa tren tersebut terus meningkat sejak beberapa tahun terakhir. Wanita semakin berani protes, semakin suka membantah, dan semakin melawan kepada suaminya.

Diantara faktor penyebab hal ini adalah:

- Dunia sekarang telah sampai kepada zaman dimana hiburan, bermalas-malasan, dan teknologi yang membuat dunia semakin instan telah menjadi tren utama yang terus diperjuangkan. Faktor-faktor tersebut telah menggerogoti wibawa laki-laki dan menjadikan wanita semakin dikedepankan. Contoh: biduwan (penghibur) justru didominasi oleh penyanyi atau group band laki-laki, sedangkan pekerjaan melinting rokok dan mengisi BBM di pom bensin dikerjakan oleh perempuan.

- Banyak prestasi yang diraih oleh kaum perempuan dan mengungguli kaum lelaki. Juara kelas, mahasiswa teladan, dan bidang lain yang mengedepankan kemampuan verbal telah didominasi kaum perempuan. Ini yang menjadikan perempuan semakin merasa di atas angin dan semakin meremehkan lelaki. Kemampuan verbal memang secara kuantitatif cukup dibutuhkan di zaman dunia instan ini. Sedangkan kepemimpinan dan kemampuan non-verbal hanya sedikit dibutuhkan (secara kuantitatif).

- Persaingan bisnis semakin ketat membuat para pengusaha cenderung memanfaatkan tenaga kerja dari kaum hawa, karena standar upah mereka lebih rendah tetapi etos kerja dan loyalitas mereka lebih tinggi. Akhirnya suami yang tidak laku-laku di dunia kerja harus menjadi tukang ojek bagi istrinya.

- Dunia yang semakin liberal menjadikan para pemuja dunia semakin getol mempropagandakan keadilan gender. Salah satunya dengan memperjuangkan feminisme.

Faktor-faktor di atas merupakan fitnah hebat yang melanda buat laki-laki maupun wanita. Laki-laki semakin berkurang wibawanya, semakin tidak terpakai kemampuannya, dan semakin tertekan.

Wanita semakin merasa berkuasa, semakin bebas, semakin menentang doktrin agama (laki-laki dilebihkan daripada wanita dalam hukum waris, kepemimpinan, syariat poligami, dll.), sehingga pada akhirnya wanita semakin mudah untuk dieksploitasi.

Dan,… SECARA TIDAK SADAR wanita (istri) semakin merasa tertekan dan merasa tidak bahagia, justru ketika merasa punya kuasa terhadap laki-laki (suami).

Cukuplah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika selesai dari melaksanakan shalat gerhana, sebagai bukti pendukung akan hal ini:

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

Artikel ini adalah kiriman dari saudara Hudiya S Hakim (Beliau pemilik Warung Pecel Kanghut di Sawojajar, Kota Malang 54321 HP: 0852-3362-6525, FB @kanghut.po)

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Informasi

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

Filed under: Mengenal Islam

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!